30 Oktober 2016 - 00:46:51 - Read: 680

Review Linux Deepin OS versi 15.3, Cantik Dimana-Mana.

Hi hallo pecinta linux, apt-get apakabar? Yum yum? :)

Eh, tapi artikel ini tidak hanya buat pengguna linux, tapi juga pengguna Windows yang mau nyoba-nyoba linux, dan nyari tampilan yang se-user friendly Windows. Sebelum kita akhirnya memutuskan memilih Deepin, sudah ada beberapa distro yang kita review terlebih dahulu. Salah satu link yang kita jadikan referensi adalah https://www.linux.com/news/best-linux-desktop-environments-2016 yang memilah pilihan distro berdasarkan Desktop Environmentnya.

Dari beberapa rekomendasinya, yang sempat kita jajal adalah "Ubuntu Studio 16.10". Dari tampilan sih keren, cuma dari ketersediaan aplikasi, terlalu banyak aplikasi mubazir yang terinstall, khususnya kalo kalo profesi kita sebagai programmer. Tapi ya iyalah, namanya juga "Ubuntu Studio", distro ini memang dibuat khusus buat para pengguna komputer khususnya dibidang Multimedia.

Selain itu, sempat juga kita mencoba Ubuntu Unity 16.10 dengan menggunakan Session Unity 8. Perbedaannya cukup terasa jika dibandingkan dengan Unity 7, hanya saja Unity versi 8 masih dalam tahap pengembangan, sehingga masih ada kemungkinan terjadi crash. Setelah browsing punya browsing, akhirnya pilihan pun kita jatuhkan pada Deepin 15.3. Apa aja yang menarik dari Deepin versi 15.3 ini?

Deepin Desktop Environment

Alih-alih menggunakan DE yang sudah ada pada umumnya, team Deepin membuat sendiri Desktop Environmentnya, dan diberi nama Deepin Dekstop Environment. Kalo dilihat dari layoutnya sih, bisa dibilang turunannya GNOME dengan perpaduan docking dengan style "Cairo Dock" secara default. Tapi berhubung karena kita kurang suka dengan model Cairo (Fashion Mode), jadi pada screenshoot diartikel ini, kita menggunakan mode "Efficient".

Deepin Control Panel

Deepin Control Panel

Seperti yang terlihat pada gambar diatas, konsep kontrol panel Deepin mirip dengan model kontrol panelnya Windows 8. 

Deepin Dash

Deepin Dash

Nah, kalo untuk Dashnya, lebih mirip dengan GNOME 3, hanya saja lebih banyak pilihan kategorinya. 

Multitasking View

Fitur multitasking view bukan merupakan hal baru lagi untuk sebuah distro. Tapi jika kalian penasaran dengan tampilannya, bisa dilihat pada screenshot nya dibawah ini. 

 Deepin Multitasking View

Multitasking view Deepin ini bisa ditambah sampai dengan maksimal 7 workspace desktop, dan menariknya lagi, kita bisa memberi nama untuk masing-masing workspace desktop tersebut.

Deepin File Manager

Deepin File Manager

Lagi-lagi, deepin membuat versi mereka sendiri untuk setiap aplikasi defaultnya. Termasuk File Manager yang pada prosesnya bernama dde-file-manage. Dari tampilan sih cantik, tapi sayang, tidak banyak fitur yang sudah tersedia secara default di File Manager populer lainnya seperti Nautilus. Deepin File Manager tidak support Multi Tabs. Tapi setidaknya tampilan proses "Progress Copy/Move/Delete" lebih minimalis ketimbang Unity yang "walaupun" tampilannya berupa popup yang terintegrasi dengan File Managernya, tapi terkadang menampilkan False Progress Information. Tapi lagi-lagi, kekurangan tampilan "Progress" yang minimalis ini adalah, warna background-nya menyatu dengan warna dde-file-manage, sehingga terkadang memerlukan perhatian mata yang lebih ekstra.

Deepin Terminal

Deepin Terminal

Gak jauh beda dengan terminal pada distro lain jika di setting. Bedanya hanya, secara default Terminal bawaan deepin udah sedikit di permak, seperti warna layout, transparansi background, dan multitab terminalnya. 

Deepin Text Editor

Deepin Text Editor

Masih tetap menggunakan Gedit secara default, hanya saja lebih banyak fitur. Seperti pada screenshot diatas, Deepin Text Editor secara default support highlighting programming language. Dan sebagai informasi, Cafelinux versi terbaru dicoding murni menggunakan gedit, tanpa plugin-plugin khusus programming seperti aplikasi "Source Code Programming Editor" lainnya, seperti sublime, geany, dll. Murni ngoding from scratch.

 Music Player

Deepin Music Player

Kalo kalian mendambakan music player seperti Winamp, maka Deepin Music Player bisa jadi pilihan kalian selain QMMP. Tinggal ganti-ganti ja themes nya sesuai selera. 

Crossover

Nah, ini yang paling jarang sekali kita temukan di distro lainnya. Jika kita ingin menggunakan aplikasi Windows di Linux, daripada repot-repot menginstall Wine, Deepin sudah menyediakan Emulator Crossover secara default. Buat kita, ini adalah salah satu nilai plus Deepin yang gak kita dapatkan dari Distro lain. :)

Deepin Boot Maker

Deepin Boot Maker

Yarp, dan yang terakhir, sekali lagi kita dimanjakan oleh Deepin, dengan menyediakan aplikasi Deepin Boot Maker. Karena kita tidak perlu lagi repot-repot memastikan aplikasi boot maker lainnya seperti Unetbootin atau repot-repot ngetik via cli. Tinggal pilih sistem operasi yang sedang kita gunakan, download aplikasi, dan create deh Bootable Flashdisk yang berisi Deepin. ^_^

Kesimpulan 

Jika kalian ingin mencari Linux dengan tampilan yang udah bagus tanpa perlu lagi ngoprek apalagi nambahin aplikasi untuk mempercantik tampilan yang rawan crash seperti Compiz, maka Deepin bisa jadi pilihan yang tepat buat kamu. Dan yang terakhir, kalo kalian pengen liat live preview Deepin, bisa dilihat di youtube di link ini https://www.youtube.com/watch?v=QsQnJeeU0EE (Sorry videonya kepotong, gara-gara pas ganti resolusi pas recording. Nyadarnya pas video udah keupload. Mau bikin lagi males euy, keberatan di uploadingnya. Lamaaaa)

Yarp, semoga dengan review sederhana ini bisa membantu teman-teman buat memilih distro yang tepat buat kalian, atau buat pengguna Windows biar lebih mantap kalo mau beralih ke Linux. ^_^