Rand(o,m)

Install / Update Qmmp 0.7.1 di Ubuntu

Repository Lokal Ubuntu 14.04 Trusty Tahr

Get it on Google Play

21 Februari 2017 - 22:12:02 - Read: 232

DirBuster vs DirScanner nya HTTP Tools. Which Faster?

Tentunya sudah gak asing lagi dengan nama DirBuster. Tools ajib bin ciamik buat nyecan direktori ini. Ane pun juga salah satu pengguna DirBuster. Namun perlahan mulai ditinggalkan. Bukan karena ada software yang lebih ajib, tapi lebih karena sering bikin laptop ngehang. T_T

Yarp, laptop ini kalo dipake buat ngejalan program yang based code nya dari Java, bisa dipastikan harus banyak-banyak berdoa biar gak stuck di tengah process. :D

So, dengan modal ketakutan inilah, akhirnya aku memutuskan buat bikin sendiri tools buat nyecan direktori. Cuma dictionary dari DirBuster nya aja yang ane pake. Untuk benchmarknya sendiri bisa kalian lihat sendiri di video dibawah ini.

Buat yang masih sayang kuota, ni kesimpulan dari hasil benchmarknya

DirBuster:

Pros:
+ Lebih Akurat, karena tidak hanya berharap dari Dictionary nya saja.

Cons:
- Penggunaan memory dan CPU nya terlalu tinggi
- Karena scanning nya tidak hanya berdasarkan dictionary, jadi terasa lambat.

DirScanner

Pros:
+ Lebih cepat, karena request ke target tujuan hanya dengan HEAD
+ Penggunaan resource memory lebih kecil. Karena script Ruby yang digunakan tidak membutuhkan banyak komponen-komponen external.

Cons:
- Opsi tidak terdapat saat runtime. Melainkan langsung dari script. Mungkin tidak familiar buat non-Ruby programmer
- Hasil sangat bergantung pada dictionary.

Jika "fitur" yang dijadikan parameter untuk mengambil kesimpulan, jelas DirScanner kalah jauh. Tapi dengan opsi-opsi yang sama, dimana pada bencmark ini opsi yang digunakan adalah:

  • Tidak melakukan scanning sub directory
  • Tidak melakukan scanning file
  • Jumlah thread yang digunakan sebanyak 10 threads.
  • Menggunakan dictionary yang sama.
     

Maka bisa dipastikan DirScanner unggul dari sisi kecepatan. Bahkan pada video diatas, DirScanner dijalankan ketika DirBuster sedang berjalan.

Memang DirScanner bisa di-improve lagi untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Akan tetapi karena keterbatasan waktu buat ngoprek, akhirnya DirScanner aku opensource-kan di https://github.com/jmozac/dirscanner.

Jadi buat kalian yang merasa DirScanner masih kurang ciamik, silahkan commit revisi kalian dialamat github tersebut.

Yarp, at least, silahkan rasakan sendiri DirScanner dari HTTP Tools yang ada di playstore.

Semoga bermanfaat. ^_^