Title : Cuap-cuap singkat : Teknologi Web dan Developer
Released : 2016-01-07 03:32:42 -0500
Viewed : 1495

Teknologi web semakin kesini semakin kompleks, semakin banyak fitur yg memanjakan pengguna. Meskipun berujung pada semakin banyak pula hal yg harus dipelajari seorang developer.

Responsive, misalnya. Di era serba smartphone seperti sekarang ini, website yg tidak responsive adalah suatu hal yg 'cacat', ketinggalan zaman, sangat tidak user friendly dan tidak fleksibel. Developer dipaksa untuk membangun web yg dapat dibuka di berbagai ukuran layar.

Dulu, untuk membuat website yg responsive, terlebih dahulu dideteksi 'mesin' yg digunakan user untuk mengakses situs, kemudian diarahkan ke halaman yg cocok untuk mesin yg bersangkutan. Misalnya, buka www.facebook.com dari hp, biasanya akan diarahkan ke m.facebook.com. Teknik ini efektif bagi user, tapi tidak bagi developer, bayangkan developer harus melakukan disain minimal 2 kali (desktop dan mobile) untuk 1 website.

Tapi itu dulu, sekarang teknik responsive berbeda. Teknik responsive sekarang mungkin terinspirasi dari slogan sctv : Satu Untuk Semua. 1 kali disain, kompatibel untuk semua layar. Dengan teknik ini, ukuran komponen-komponen pada website(seperti text input, tombol, bahkan foto), akan menyesuaikan ukuran layar. Jika anda sedang di pc, boleh dicoba dengan me-resize ukuran browser. Website yg responsive akan menyesuaikan ukurannya. Belum lagi kehadiran framework-framework ciamik seperti bootstrap dan sebangsanya. Boleh dibilang, cukup memanjakan para front-end developer.

Frontend Developer

Javascript. Saya sempat berpikir kalau javascript akan ditinggalkan. Ternyata malah sebaliknya, javascript menjadi hal yg sangat menjanjikan. Bahkan javacsript sekarang ada server-side (back-end) nya : node.js. javascript sekarang digunakan hampir di setiap website modern. Javascript menyuguhkan tampilan yg interaktif bagi user. Flash ? Sudah ketinggalan jaman, sekarang era-nya javascript. Bahkan beberapa browser sudah memecat flash.

Memanjakan user, artinya menambah PR bagi developer. Selain harus responsive, user juga mau website yg interaktif. Yang artinya ? Developer harus belajar javascript lagi. Sial.

Sebentar. Dewi fortuna masih berpihak pada para developer: jQuery. jQuery merupakan libary javascript(CMIIW). Pada dasarnya, mempelajari javascript bukanlah hal yg mudah, dan lagi script javascript ini cukup panjang dan sulit diingat. Tapi jQuery ini mempersingkat syntaxnya, serta menyediakan fungsi-fungsi tinggal pakai, sehingga developer tak perlu mempelajari javascript lagi, cukup jQuery. Tapi bukan berarti mempelajari jQuery ini mudah loh ya.

Dewi fortuna mungkin berpihak pada front-end developer, tapi tidak bagi back-end developer. Developer yg satu ini juga bertanggung jawab pada keamanan website. Bagi saya, semakin banyak fitur maka semakin nambah PR. Semakin user dimanjakan, semakin keamanan website dipertaruhkan. Rumus dasarnya : "Kenyamanan berbanding terbalik dengan keamanan".

Bagi saya, prinsip dasar keamanan itu : "Never trust user input". Aih mak, bukan main. Inputan dari user harus di filter satu-satu, bikin kalkulator aja, kalo ga difilter, pasti ada yang input huruf. Bikin handler lagi, nambah PR lagi. Kalo upload gambar, sizenya harus dibatasi, ekstensinya harus dibatasi. Karna kalau engga, jangan heran kalau tiba-tiba ada b374k nyangkut. Ini shell juga makin canggih-canggih aja sekarang, udah di filter ekstensinya masih aja bisa di rename jadi .jpg yg nantinya bisa diubah lagi. Haduh, pusing pala barbie.

Backend Developer

Tapi tentu, sama seperti kenyamanan bagi user yg terus di update, keamanan pun demikian. Disaat saya masih belajar php versi 5, yg bahkan masih menggunakan fungsi mysql yg sudah deprecated, php baru-baru ini merilis php versi 7. Artinya ? Back-end developer(php programmer) harus upgrade skill. Artinya ? PR nambah lagi. Belum juga selesai belajar OOP, belum juga kuasain satu framework, belum juga paham konsep MVC, sudah harus ganti syntax aja. Sial.

Perkembangan teknologi itu cukup cepat, begitupula seharusnya skill developer. Kalau tidak ? Siap-siap jadi developer alay, alias "gaulnya jaman dulu dipake sekarang", dulu sih php4 udah keren bgt, sekarang ? Ga kepake lagi. Dulu sih joomla! 1.5 keren, sekarang ? Coba aja, paling ditusbol rame-rame sama defacer-defacer anoningus itu.

Menjadi anak IT(developer khususnya) itu susah. Banyak hal, terutama waktu, harus dikorbankan. Jadi, dedek-dedek gemes yg mau masuk TI, atau punya niatan jadi developer mending urungkan niatnya. Mending main adsense gih, tinggal ongkang-ongkang kaki, duit ngalir ke rekening. Mahasiswa TI tuh udah membludak. Serius, jangan nambah-nambah saingan, deh.

Menjadi developer itu artinya terus belajar, terus berkarya, dan tentu, terus bermimpi. Menjadi developer itu nggak gampang, bukan masalah kemampuan otak, tapi masalah mental. Bahkan kadang developer dikira seorang wizard. Dikata kang sulap, semua bisa dilakuin. Plis, sering ngoding bukan berarti bisa mbenerin printernya situ yg rusak.

Salam, Mantan Calon Programmer.
Teuku Alfian Pase.

 

Original Contributor: https://www.facebook.com/apin.pase/posts/10205617954545113

Image Source: Design vector designed by Freepik