07 November 2016 - 10:55:47 - Read: 262

ArRay ExploreCrew, Dan Sebuah Kisah Tentang Sungai Exploit Dibawah Laut

Adalah seorang pria kelahiran Lamongan, 28 tahun yang lalu. Adalah multi-language programmer senior yang tersembunyi dibalik wajahnya yang awet junior. Adalah founder ExploreCrew. Adalah sosok sederhana penggemar Novel, Hiking, dan Kopi. Adalah Aris Cahyono yang lebih akrab disapa ArRay, seorang underground coder dengan filosofi Sungai bawah laut.

Sungai Bawah Laut

Jika Padi memiliki filosofi semakin berisi semakin menunduk, maka ArRay adalah salah satu dari banyak Sungai yang mengalir dibawah laut. Semakin dalam semakin deras. Tidak pernah terlihat dari permukaan. Jarang orang yang mengetahui keberadaannya. Sebagian yang lain pun hanya pernah melihat fotonya saja. Apalagi untuk mengenalnya, kita harus menyelam lebih dalam untuk menemukan keberadaannya. :)

Banyak sekali orang-orang IT yang hebat diluar sana yang jarang bahkan tidak pernah muncul ke permukaan dan tampil didepan umum. Mereka orang-orang yang tak ingin dikenal. Melakukan segala kesenangan di dunia hacking secara underground. Menikmatinya sebagai sebuah permainan. Tak butuh pengakuan. Karena buat mereka tujuan hacking bukan untuk itu. Coba tanyakan saja kepada mereka, "Apakah kamu hacker?" dan kamu tidak akan pernah mendapatkan jawaban sesuai dengan yang kalian harapkan. :)

Sama halnya dengan orang yang akan kita bahas kali ini, orang yang mati-matian gak mau disebut hacker, tapi  punya kisah menarik tentang hacking.

Cafelinux : "Selamat malam, apakah anda hacker?"
ArRay : "Saya bukan hacker"
Cafelinux : "Tapi kan anda pernah membuat exploit?"
ArRay : "Saya Terlalu jauh untuk disebut hacker"
Cafelinux : "Anda kan juga sudah banyak membuat library-library, yg mendukung kinerja programmer, stabilitas program, dan keamanan. Trus library itu dipake sebagai library standard di Pemkot Surabaya?"
ArRay : "Itu karena Saya Programmer. Bukan hacker"
Cafelinux : "Pernah punya pengalaman seru di dunia hacking gak?"
ArRay : "Ada..ada..."
// It's worked. Hacker memang gak pernah ngaku hacker. Jadi jangan tanyakan profesinya. Tapi tanyakan pengalaman hackingnya. :)

ArRay : "
Pas itu sekitar taon.... 2011 klo gak salah. Ada orang yg memanfaatkan hacker-hacker muda untuk keuntungan pribadi dengan kedok berjuang demi kemajuan IT. Karena kedoknya terbongkar dan tujuannya jelek, saya dan beberapa orang di Surabaya melakukan kudeta untuk menghentikan aksinya. Bukan kudeta sih. Tapi perlawanan.

Berbagai cara dilakukan untuk takeover si dia. Mulai dari ngintip pas doi seminar, Exploit laptop, snifing email, pura-pura jadi peserta seminar demi exploit leptop doi. Ngincer kantornya. Sampe berhasil exploit router kantornya. Deploy worm untuk mengirimkan trojan. dan Wowwww semua komputer di kantor itu berhasil dimasuki trojan. Client, ws, server kena semua. Server windus.

Lalu ancaman terakhir

Kirim email:
Mas broooo klo kamu gak berhenti, aye format semua komputer di kantor ente, termasuk server.

Doi kagak percaya. Lalu dibakar satu server. Wipe hardisk, clean raid tables, wipe array table hdd. Unrecoverable.

Well, admin server pun mengundurkan diri
Akhirnya dia sepakat menghentikan aksinya dan menghilangkan semua jejak aksinya. Misi berhasil. Deploy obat penawar dengan ngjrim worm lagi. Tapi gak bawa trojan, bawa anti trojan nya.

Sangar yo. Kayak di pilem2."

Jadi gitu, gak ada hacker yang mau dilabeli hacker. Kita harus menyelam lebih dalam untuk mendapatkan cerita-cerita hacking yang pernah mereka lakukan. Karena mereka gak akan pernah membawa cerita tersebut keatas permukaan. Tugas kitalah mengabadikan kisah mereka. Sebagai pelajaran berharga untuk kita. Seperti pelajaran dari kisah hacking diatas yang bisa kita petik,

Never under estimate hacker. Maybe we'll already hacked. But we never know. :)

Cafelinux: "Akhir kata, satu kalimat tentang
- OS
- HACKING
- INDONESIA"

ArRay : "
- Wotever i dont care
- Playing
- NKRI harga mati"