13 Mei 2015 - 20:00:10 - Read: 1466

Se-Bangga Apa Kamu Menggunakan Linux?

Buat beberapa pengguna Windows, para pengguna Linux adalah orang yang menyebalkan. Karena kebanyakan para pengguna Linux terlalu bangga dengan OS yang digunakannya. Paling juga cuma pake Ubuntu, aplikasi yang pertama di install Compiz, trus desktopnya dipasangin Conky. "Memangnya apa sih yang kamu banggain pake linux?" Kata Akmal, seorang pengguna Windows kepada Jeremy, seorang Linux Geek.

"Satu, pake Linux itu Gak Mainstream"

Berdasarkan hasil survey barusan (10 menit sebelum tulisan ini dibuat), para pengguna linux kebanyakan tidak suka mengikuti trend-trend yang sedang ramai dibicarakan orang. Ada trend Batu Akik, pake Batu Akik. Ada trend Geng Motor, ikutan pake motor. Ada trend "Pake Linux biar Gak Mainstream", pada pake Linux. Lah...

"Dua, pake Linux itu Keren"

Setelah mengatakan ini, Jeremy lalu membuang mukanya sambil menyibakkan rambut. Karena dia sadar, Linuxnya yang keren. Bukan dia.

"Tiga, pake linux itu gratis"

Setelah mengatakan ini, Jeremy terdiam sesaat sambil berpikir "Windows kan gratis juga kayaknya"

"Empat, pake Linux karena Open Source"

Setelah mengatakan ini, Jeremy lalu pergi menjauhi Akmal, karena takut ditanyain "Apa itu Open Source".

 

Seperti tidak puas dengan jawaban Jeremy, Akmal lalu memutuskan untuk menghapus pertemanan dengan Jeremy di Facebook, meng-unfollow nya di Twitter, dan men-delcon Jeremy dari BBM. Ke-tidak-suka-an Akmal kepada para pengguna Linux ini membuatnya ingin membuat sebuah tulisan bahwa Pengguna Linux adalah orang-orang yang gak ngerti linux, dan cuma suka ikut-ikutan.

Karena dia butuh referensi untuk artikel yang akan ditulisnya, Akmal mulai menginstall Linux di Laptopnya, untuk mencari hal-hal remeh dari Linux yang bisa dia jadikan topik. Setelah menginstall Linux, dan dia pun mulai ber-eksperimen...

Kesan pertama yang dia temui dari Linux adalah..

Susah. Linux itu susah.

Dan cuma orang-orang yang mau susah aja yang mau pake linux. Kesan kedua yang dia dapatkan dari linux setelah mencoba beberapa saat adalah..

Sama. Ternyata gak beda-beda amat aplikasi-aplikasi di Linux dan di Windows.

Malah udah tersedia secara default setelah menginstall OS nya. Browsernya Firefox juga, Pemutar Video ada, aplikasi Office nya juga ada. Sama aja ini mah. Tidak puas dengan hasil eksperimentnya, Akmal mencoba menggali lebih dalam tentang linux. Dan dia dapati, bukan cuma aplikasi-aplikasi saja yang bisa di update, tapi Sistem Operasinya pun bisa di-upgrade tanpa harus menginstall ulang keseluruhan. Bahkan untuk aplikasi sistem yang tidak ingin dia upgrade, bisa dia kesampingkan untuk tidak di-upgrade. Lebih ringan, lebih cepat dapat update-an.

Semakin penasaran, dia mencoba menggali linux lebih dalam lagi. Dan dia dapati, ternyata banyak aplikasi di linux yang source code nya bisa dilihat, diterawang, dimodif, dan bebas digunakan tanpa takut di-tuntut karena masalah Copyright. Semuanya bebas.

Masih gak puas dengan eksperimentnya, Akmal semakin dalam lagi menggali tentang sistem-nya linux, sampai akhirnya dia bisa mengambil kesimpulan "Halah, ternyata linux gampang. Gini-gini aja" dan tanpa dia sadari, sudah 1 tahun berlalu sejak dia bertemu dengan Jeremy, dan sudah setahun pula dia menggunakan linux, dan sudah setahun pula dia tidak menggunakan windows, dan sudah setahun pula umurnya bertambah.

Kini tiba dihari, dimana dia akan mem-publish hasil eksperimennya tentang Linux. Akmal menyalakan Windows. Akmal membuka Microsoft Office. Akmal terdiam sesaat...

---hening---

"Kenapa tidak nulis artikel di linux aja tadi?"

"Kenapa harus booting lagi ke windows?"

"Kan pake linux sama aja"

"Masa udah susah-susah mempelajari linux, harus balik lagi ke windows?"

---hening---

Dalam keheningan, Akmal dikagetkan Cecep.

"Plak.." kepala Akmal dikeplak sama Cecep. Dan terjadilah percakapan ini:

Cecep : "Bengong kenapa lo?"

Akmal : "Gak. Habis ngoprek linux"

Cecep : "Wah.. keren ya, bisa linux. Aku baru mau belajar udah males. Susah banget kayaknya"

Akmal : "Masa sih?"

Cecep : "Iya, padahal pengen banget belajar. Soalnya baca artikel disebelah, katanya ada pengusaha rental komputer yang digrebek polisi gara-gara pake windows bajakan"

Akmal : "Iyakah?"

Cecep : "Kamu udah ngapain aja sama linux?"

Akmal : "Yah, biasa, cuma ngoprek-ngoprek sistemnya, nyari kelemahannya, ngebanding-bandingin sama windows. Gitu-gitu deh"

Cecep : "Wah, bangga ya kalo bisa pake linux" Akmal : "..."

--- TAMAT ---

Kisah ini hanya fiktif belaka. Beberapa tahun setelah kejadian ini, Akmal sekarang sudah menjadi seorang Linux Geek dan praktisi IT dibeberapa perusahaan besar. (Lah, katanya fiktif?)

--- TAMAT (lagi) ---

Makna yang bisa dipetik dari kisah ini adalah, kita harus mencoba dulu segala sesuatu sebelum mengambil kesimpulan. Dan pertanyaan terbesarnya adalah "Apakah Akmal akan mem-follow kembali akun Jeremy di Twitter?" :)