20 Juli 2015 - 01:33:10 - Read: 2624

Inilah Kenapa Seharusnya Harga Sebuah Website Itu Murah

Yarp,,,
Halo para web developers.. Sehat? :)

Rokok masih ada? Kopinya gimana? Udah dikomplain sama user berapa kali dalam minggu ini? Websitenya masih aman? Udah ke index sama Google? Masih berat diakses gak? Websitenya udah dibayar lunas apa masih depe seperempat? :)

Kamu bikin websitenya pake Framework sih, yah apalagi klo Convensional. Harusnya pake CMS aja, kan banyak tuh, ada Joomla, Wordpress, atau beli domain aja trus pointing ke Blogspot. Jadi kan gak perlu lagi pusing-pusing mikirin komplain dari client. Oh, bikin website E-Commerce yak? Kan ada CMS juga buat website E-Commerce, tampilan tinggal dibagusin pake kata kunci "Langkah mudah mempercantik tampilan website dengan jquery" di Google. Biar client sendiri yang milih Templates, jadi kamu gak perlu lagi belajar apa itu CSS3, HTML5, AJAX, Json, XML, pokoknya yang penting website pesanan langsung jadi. Dibayar rokok sebungkus sama terima kasih aja udah cukup. Jadi dengan begini kan seharusnya harga website itu tidak perlu mahal.

Berarti tidak perlu jadi programmer juga agar bisa sampe bikin website?

Kata client, itu mah urusan yang bikin, mau bisa programming atau enggak. Lagian banyak juga kan 'para mereka' yang gak ngerti programming tapi JAGO bikin website sesuai dengan kriteria pada paragraf ke-3, buka lapak PEMBUATAN WEBSITE MURAH, SEJUTA, SEHARI SELESAI. PLUS BONUS PULSA SEPULUH RIBU. Nyaris tidak bisa dibedakan antara profesional sama amateur programmer.

Berarti gak usah jadi programmer sekalian kali yak?

IYA. Soalnya programmer kalo mau bikin website harus memikirkan semua aspek. Mulai dari LOGIKA, PROGRAMMING, APLIKASI website itu sendiri, memilih sekaligus mengelola SERVER, sampai pada JALUR yang dipake sampai website itu sampai terbuka di BROWSER client dengan jaminan KEAMANAN.

LOGIKA.

Udah jadi kewajiban kalo mau jadi programmer harus ngerti alur program yang dia buat. Bukan hanya bagaimana cara memakai website yang akan digunakan si client, tapi juga alur codingan, entah itu OOP ataupun Structural. Karena bisa-bisa belum nyampe RUN TIME ERROR, udah dicegat LOGICAL ERROR duluan. berarti programmer mau gak mau harus melakukan DEBUGGING. Pusing kan? Maklum lah, harga website kan murah :)

PROGRAMMING

Nah loh, kalo ngoding gak pake logika kan gak bakal jadi tuh flowchart, yang jadi dummy a.k.a patokan buat ngebuild website sampe jadi. Berarti kan programmer harus tahu juga;
kapan harus menggunakan IF ELSE, kapan harus menggunakan SWITCH CASE.
Kapan menggunakan FOR, FOREACH, WHILE.
Kapan harus mengembalikan nilai dalam bentuk ARRAY, STRING, INTEGER, BOOLEAN.

Jadi memang harga sebuah website itu seharusnya murah kan? True atau False? :)

APLIKASI.

Kalo bikin website pada pake apa sih? XAMPP? AppServ? PHPTriad? Nanti di servernya pake aplikasi ini juga?

Nggak ya?

Berarti programmer harus bisa ngonfig server juga dong? Frontend pake Nginx, Backend pake Apache? Install-Uninstall modul yang gak diperlukan, otak-atik php.ini, bikin rules buat .htaccess, baca-baca LOG. Harus tahu juga akan menggunakan Web Service yang akan dipakai, oAuth2, SCA, SOAP, Yar, XML-RPC? Heuheu... Gak usah belajar, toh harga website pada akhirnya murah.

SERVER

Trus untuk servernya gimana? Karena SEHARUSNYA HARGA WEBSITE ITU MURAH, berarti kan kamu harusnya cukup pake HOSTING GRATISAN yang jumlahnya bejibun diluar sana. Gak perlu mikir mau Shared, VPS, atau Dedicated. Apalagi sampe punya bangunan sendiri khusus buat server, yang didalamnya full AC, belasan Electric Power Backup, yang malah ngeluarin budget milyaran. Karena seharusnya harga website itu murah :)

JALUR

Sampai pada tahap ini, yang notabene sudah masuk ke kawasan yang bernama PROFESI SYSADMIN pun harus diperhatikan oleh Web Programmer. Kapan harus menggunakan jalur HTTP, HTTPS, atau memforward Port? Ribet ya. Pokoknya taunya client buka website pake default port 80, beres. Kan memang seharusnya murah itu identik dengan website.


BROWSER

Bahkan sampai pada aplikasi yang paling dekat dengan client pun, masih diperhatikan oleh programmer dari jauh. Bagaimana membuat web ter-cached baik di browser ataupun Proxy dari tempat si client membuka website yang dipesannya dengan harga yang seharusnya murah itu.

KEAMANAN

Sebenarnya membuat website akan lebih mudah dan MURAH seandainya tidak ada hacker diluar sana. Kamu tahulah maksudku, karena hal seperti ini tidak akan pernah dimengerti oleh client yang memberi harga murah untuk sebuah website.

Dan yang terakhir, sampai pada level marketing yang notabene sudah keluar dari jalur keahlian seorang programmer pun diperhatikan dengan mengimplementasikannya pada Teknik SEO.

Pusing kan? Itulah kenapa harga sebuah website itu murah. SEBANDING dengan proses pembuatan website itu sendiri. Karena client tidak mau tahu bagaimana PROSES pembuatan website itu sampe jadi.

Seperti halnya Kenapa Tempe Itu Seharusnya Murah. Gak penting kan bagaimana seorang petani yang harus melakukan perjalanan puluhan kilo menuju kebun dari subuh, dan kembali menjelang malam sambil memikul beban yang bisa setengah dari berat tubuhnya kerumah, kemudian mengolahnya menjadi tempe menggunakan bahan-bahan yang harganya lebih mahal dari biaya transportasi dari rumah ke kebun, sehingga dia memilih berjalan kaki. Dan terakhir menjualnya dengan keuntungan dua ratus rupiah per tempe, yang nanti digunakan untuk membeli nasi, dan dengan lauk tempe itu sendiri tentunya, untuk menghidupi keluarga, dan membiayai sekolah anaknya. Sama kan?

Karena memang Seharusnya Harga Tempe Itu Murah.

Seperti halnya produk Cina yang sering menjatuhkan harga pasaran dengan produk sekali pakainya itu, 'para mereka' ini juga menjatuhkan harga pasaran para programmer.

Kenapa iPhone mahal? Karena mereka menghargai kualitas yang mereka buat. Kenapa Samsung Galaxy S5 lebih mahal dari versi KW nya? Karena samsung juga menghargai kualitas yang mereka buat.

Jadi buat kamu para programmer, hargailah hasil karyamu.
Dan buat kamu para client, hargailah proses yang dilakukan oleh programmer.

Aku tidak mengatakan untuk me-mahal-kan sebuah website, tapi mencoba menemukan titik temu antara RASIONAL kerumitan sebuah website yang dibuat oleh programmer dengan IRRASIONAL harga yang ditawarkan para client.

So, masih mau jadi programmer? :)