/ home / geek /
Title : Gajah Mati Meninggalkan Gading, Programmer Mati Meninggalkan Copyright
Released : 2015-06-23 14:26:12 -0400
Viewed : 3531

Kalo ngikut etika sih, seharusnya seperti judul diatas. Tapi sekarang ini banyak sekali Copyright Defacer (baca: Copas source code yang ada, trus hapus nama Authornya) berkeliaran dimana-mana. Yeah, lebih mudah menjadi Copyright Defacer daripada Source Code Modifier. :)

"kamu ngomong apa sih jamz?"

Buat yang lagi baca, pasti udah pada pernah punya sendal merk Yeye kan?

 

 

Kalo seandainya sendal itu ukiran kata "Yeye" nya kita hilangin, trus diukir lagi jadi tulisan "Sky Way", gimana coba perasaan produsen Yeye itu? Ya, aku tahu. Itu pertanyaan bodoh.

 

Ok, kalo begitu, gimana kalo seandainya itu sendalmu, trus kamu pake Jumatan, trus pas pulangnya udah gak ada. Besoknya kamu lihat tuh sendal ada didepan kamar kost temenmu, tapi udah ada ukiran diatasnya, yang menandakan signature kepemilikkan baru. Gimana perasaanmu?

 


Ya, aku tahu perasaanmu kawan. Itu menyakitkan. Sebuah sendal telah beralih kepemilikkan karena sebuah signature (baca: copyright) baru yang dibubuhkan.

 

Alkisah, ada seorang pria lajang bernama Ponaryo sedang membuat program Antivirus. Dia beri nama AV tersebut dengan nama BlojomAV v2.5 (dia dedikasikan program tersebut untuk statusnya yang telah Jomblo selama 25 tahun.). Antivirus tersebut dia buat dengan kode programnya sendiri, tanpa sedikitpun mengubah contoh-contoh AV yang pernah ada. Karena kesibukkan lainnya (kebetulan dia juga seorang pegulat), akhirnya AV buatannya sudah jarang diupdate. Sehingga saat digunakan banyak virus-virus baru yang lolos saat di scan. Akhirnya Ponaryo berniat menyebarkan source code anti virusnya disebuah komunitas, agar Blojom AV bisa tetap terupdate.

 

Beberapa hari kemudian, Ponaryo melihat tayangan disebuah berita di Televisi, seorang anak SMP telah membuat Antivirus. Diberitakan, anak SMP tersebut dikatakan Genius oleh Ryo Suryo, seorang pakar Telematika (katanya). Yarp. Setelah diperhatikan oleh Ponaryo dengan seksama, ternyata AV buatan anak SMP itu mirip sekali dengan antivirus BlojomAV buatannya, hanya saja dengan warna background yang berbeda, dan.... (b a c a  d e n g a n  p e r l a h a n) sebuah nama baru... Antivirus JoBlow v1.0. Melihat hal ini, Ponaryo sedih, program yang telah dibuatnya dengan susah payah, telah didefaced copyright nya, dan yang lebih membuatnya sedih, AntiVirus bajakan tersebut lebih terkenal dari Antivirus asli buatannya. <--- ya.. benar-benar menyedihkan. hahaha

 

Yarp, kisah diatas memang tidak setragis kisah Sondang yang membakar dirinya, tapi kisah ini cukup tragis untuk seorang Ponaryo dan rekan-rekan seprofesi lainnya sebagai Programmer. Hasil Karya adalah masalah Kreatifitas.

Semoga dengan tulisan ini kita bisa bercermin lagi. Apakah kita benar-benar bisa membuat sebuah program dari sebuah lembaran kosong? Apakah kita bisa memodifikasi source code sebuah program tanpa menghapus nama author si pembuat source code aslinya? Dan apakah program yang telah kita buat sudah pantas kita banggakan? Jawab dalam hati saja. :)

 

Kesenangan seorang programmer adalah saat berhasil memecahkan suatu masalah dengan logikanya sendiri. dan Kepuasan seorang programmer adalah saat berhasil menuliskan logikanya menjadi sebuah code. ^_^

 

Dedicated for all Copyright Defacer

@jmozac

Ditulis kembali dari http://jmozac.blogspot.com/2011/12/gajah-mati-meninggalkan-gading.html