13 Mei 2015 - 00:10:58 - Read: 5640

Algoritma Cinta Dan Logika Processor

Cinta itu Sederhana. Kamu yang Rumit.

Sebaik-baiknya Processor adalah otak manusia, karena dibuat langsung oleh Tuhan, yang didalamnya telah disertakan L1 dan L2 cache dengan kapasitas terbesar yang pernah diketahui manusia. Tanpa aplikasi tambahan, otak manusia mampu mengolah semua jenis data baik visual maupun audio. Bahkan saat manusia dalam keadaan hibernate sekalipun. Tuh kan rumit.. :D Pinteran mana manusia sama komputer? Jelas manusia, karena manusia yang membuat komputer. Saat menghitung, Manusia cuma kalah cepat, kalah akurat, kalah efektif, kalah konsisten, dan salah lebih banyak daripada komputer. Lah.. Sama hal nya dengan pelukis. Lebih cantik mana antara karakter cewek yang dilukisnya dengan si pelukis itu sendiri? Itulah kenapa tulisan ini jadi gak nyambung. Lahh...

Cinta itu Sederhana. Pedekate, tembak, ditolak.

Jika kita gambarkan flowchart nya mungkin seperti ini:

Pada kondisi diatas, looping nya bisa overload. Misalnya pada kisah asmara antara (sebut saja Bunga) dan (Katakanlah dia Jeremy).

Tuh kan, PDKT berulang inilah yang biasanya tidak bisa membuat seseorang Move on. :) Kesalahan manusia adalah tidak menambahkan Handling Error seperti pada bahasa pemrograman yang juga dibuat sendiri oleh Manusia. Misalnya:

Dengan logika seperti pada diagram alur diatas, maka sebelum melakukan PROCESS pertama, kita bisa meng-INPUT-kan terlebih dahulu beberapa 'target', agar ketika target pertama gagal, kita bisa melanjutkan program dengan "target berikutnya" sebagai objek. Atau bahkan bisa juga langsung melakukan semua PROCESS diatas secara PARALEL. Nembak beberapa target sekaligus gitu. :D

Cinta itu First In First Out.

Berbicara soal cinta, berarti berbicara soal kesetiaan. Pacaran dulu sama 1 orang (First In), udah putus (First Out) baru deh cari First Love lagi. Bayangkan jika kita menggunakan "First In Last Out", lihat gambarannya dibawah ini: Gebetan-1 {sebagai First In} Gebetan-2 {sebagai Next-In} Saat pacaran dengan Gebetan-1, seharusnya Putus dulu dengan Gebetan-1 baru bisa pacaran lagi dengan Gebetan-2. Karena jika Gebetan-1 belum putus {First-Out} berarti Gebetan-1 dalam kondisi "Diselingkuhi". Dan ini bukan konsep "Setia" bukan? :)

Summary

Algoritma Cinta sebenarnya sudah terstruktur dengan baik seperti halnya Logika Processor. Hanya saja Error justru disebabkan oleh faktor Manusia itu sendiri. Karena kontrol terbesar manusia bukan oleh Otak, melainkan oleh Hati. Hati tidak menggunakan Logika dalam mengambil keputusan, melainkan menggunakan Perasaan. Seperti kata Sherlock "Human Error"

Sebenarnya semua hal didalam kehidupan ini akan berjalan dengan baik, seandainya kita bisa menerapkan algoritma terstruktur yang telah manusia buat dengan berbekal Processor terbaik ciptaan Tuhan. Mari move on. ^_^