20 Juni 2016 - 01:54:14 - Read: 425

Tolong Sampaikan Buat Seluruh Pemuda Indonesia, "Mari kita bersama-sama pintar, teman..."

Masih ingat Indonesia?

'Hei, kenapa kau mengernyitkan dahi?'

 Aku menanyakan tentang negara kita. Tanah air kita kan? Kenapa saat aku menyebut kata 'Indonesia', yang terlintas dipikiran kalian adalah Negara yang penuh dengan kejahatan pedophilia? Negara yang menjadikan orang-orang berkarakter negatif menjadi tontonan? Negara yang tidak menyediakan payung sebelum hujan, setelah hujan baru 'berencana' membeli mantel, dan harus melalui rapat?

Saat aku menyebut Indonesia, apakah kalian lupa dengan Sang Saka Merah Putih? Apakah kalian juga lupa dipelajaran sejarah SD, dulu kita pernah dijajah, dan SELURUH orang-orang di Indonesia bersama-sama berjuang untuk merdeka? Gajah Mada, apakah kalian masih ingat siapa dia? Dan mungkin saja ada yang baru ingat kembali ketika aku menyebut nama 'Susi Susanti' ^_^

Sebenarnya miris juga sih kalo udah ngomongin soal Indonesia (dari segala bidang). Aku tidak mengajak teman-teman untuk memikirkan siapa yang salah, tapi jika kita tidak berbuat sesuatu untuk Indonesia, aku takut generasi setelah anak-anak, kita akan muncul lagi tulisan yang sama tentang Indonesia. Jika itu terjadi, berarti memang Indonesia belum berubah. Bukankah itu sebuah kegagalan? Kegagalan yang berasal dari kita sekarang ini. Seperti halnya dengan kegagalan yang sudah terlebih dahulu oleh generasi sebelum kita.

Aku tahu, kita tidak akan pernah bisa berbuat banyak untuk Indonesia, karena itu adalah sesuatu yang sangat besar dan kompleks. Tapi mari kita kerucutkan segala sesuatunya. Sebesar apapun sebuah negara, akan kembali ke individu sebagai variabel tunggal, dan keluarga yang merupakan variabel majemuk terkecil. Segala mental diperingkat tertinggi Indonesia terbentuk dari variabel-variabel kecil ini. Aku, kamu, dia, dan keluarga kita.

Mari kita harmoniskan terlebih dahulu lingkungan terkecil kita, agar semua individu yang keluar dari keluarga kita adalah orang-orang yang bermental positif. Tak perlu menyalahkan siapapun, Indonesia sudah terlanjur seperti ini.

Ada yang bilang capek mengomentari Indonesia, ada yang biasa-biasa aja dengan Indonesia, dan ada yang masih tetap peduli dengan Indonesia. Apakah kita harus berhenti berkomentar? Karena masih banyak orang bodoh di Indonesia yang belum mendengarkan komentar-komentar dari para pakar yang sudah mulai bosan berkomentar. Tinggal sedikit yang masih berjuang untuk Indonesia. Bisa dikatakan mereka 'sendirian' disana, melawan kejahatan sistemik, kriminalitas terstruktur, dan penjahat brillian berotak jenius. Para penjahat itu.. mereka bukan orang bodoh. Kita yang bodoh. Mari kita bersama-sama pintar, teman...

Ayah ibu kita sudah tidak bisa berjuang lagi untuk Indonesia, kita pemuda Indonesia lah yang masih menjadi harapan mereka. Masih ingat kan apa yang selalu diucapkan ayah dan ibumu saat kau merayakan ulang tahun?

'Semoga kita menjadi anak yang berguna buat Keluarga, Bangsa, dan Negara."

Adik-adik kita masih sekolah, biarkan mereka belajar. Mungkin pesan ini lebih untuk kalian para mahasiswa. Jika kalian tak puas dengan keadaan Indonesia sekarang, Berhentilah mengeluh, jadi
lah pintar, selesaikan kuliahmu, lalu gantikan mereka...

Reblog dari tulisan tahun 2014. http://jmozac.blogspot.co.id/2014/05/tolong-sampaikan-buat-seluruh-pemuda.html

Ternyata Indonesia masih belum berubah :)