04 Juli 2016 - 00:06:29 - Read: 1966

Kisah Seorang Programmer Buta Warna Dan Coklat

Yarp, satu lagi thread yang membahas tentang cat-mengecat. Kejadian awkward kali ini adalah ketika aku disuruh beli cat untuk ngecat bagian depan rumah. Bingung sebingung-bingungnya kalo udah berhubungan dengan warna. Bukan buta warna, tapi buta milih warna yang bagus. Nyari referensi dirumah-rumah tetangga, takut dibilang plagiat, akhirnya pencarian melebar ke kampung sebelah. Dan tampaklah sebuah rumah dengan warna yang menarik. Coklat ke-gimana-gimana-an gitu. Ok, warna itu aja. Dan aku pun melanjutkan perjalanan menuju ke toko cat.

Sampai ditoko, aku pun menuju ke katalog cat dan pilihan warna yang tersedia. Sambil mencari ke pilihan warna coklat... Dan... Duarrrr...

Maaakkk, tiba-tiba buta warna aku.. ini kan semuanya coklat???

Gak lama kemudian, kejadian yang benar-benar kebetulan pun terjadi. Seorang temen tiba-tiba nyamperin sambil bawa katalog warna

"Eh, bro.. warna dinding gw yang ini. Kalo untuk garis tepinya, bagusan gw pake warna yang ini atau yang ini?"

Kata dia sambil nunjuk ke beberapa warna di katalog.

Karena aku gak bisa nunjukin langsung warna yang dia tunjukin ke aku kepada kalian, mungkn versi teks dari pertanyaannya semacam ini

"Eh bro, warna dinding gw coklat. Kalo untuk garis tepinya, bagusan gw pake warna 'coklat' atau 'coklat' yak?"

Errrr...

Karena berhubung aku berada pada posisi pengambil keputusan, so dengan bijak pun aku bilang ke dia

"Kalo warna coklat yang ini lebih tegas, kalo yang ini lebih kalem"

Dengan nada bijak tentunya :p

Seketika itu aku melihat rona wajah seperti seseorang yang telah menemukan cinta lamanya yang hilang. Dengan wajah penuh sukacita dia bilang

"Wah iya bener banget. Kalo gitu yang ini deh"

Entah pada akhirnya warna apa yang dia pilih. Tapi yang pasti dia salah milih orang buat ditanyain. :D

Dan masalah berikutnya adalah, sekarang giliranku buat kembali pada fokus awal, milih warna coklat. Yarp, kalo tadi pada kasusnya temenku sih enak, warna coklatnya cuma 2, jadi bisa bilang "tegas" sama "kalem". Lah kalo ni dikatalog ada 20 warna yang keliatannya coklat semua? Masa iya ada coklat tegas, kalem, ganteng, sama coklat mesum? Arrgghhh..

Yaudah deh, aku bawa katalog ke meja kasir, sambil nutup mata, trus nunjuk ke arah katalog secara random, trus bilang ke karyawan tokonya

"Yang ini bang"

Dengan nada bijak tentunya. Dan dengan mata masih tertutup pastinya. ^_^

TAMAT.

Jadi makna yang bisa diambil dari kisah ini adalah, jangan nutup mata kalo milih warna cat. Karena sekarang rumahku warnanya biru. -__-