18 Agustus 2016 - 03:26:38 - Read: 537

Ini Nasionalisme!

Kejadian gagalnya bendera merah putih pada upacara 17 Agustus di Lapangan Adam Malik, Kecamatan Siantar Barat, bukanlah sebuah hal yang memalukan. Justru inilah kejadian yang membuktikan bahwa Generasi Penerus Bangsa ini masih memiliki rasa Nasionalisme yang tinggi. Ini bukan soal katrol yang seret, bendera yang nyangkut, atau beribu alasan lain yang bisa mereka jadikan kambing hitam. Tapi ini soal Pengibaran Sang Saka Merah Putih yang sakral. Mereka menangis, teman. Karena mereka mengakui itu kesalahan mereka bersama sebagai Pasukan Pengibar Bendera. Bukan hanya kesalahan Seorang Pengibar Bendera.  Dan ini adalah salah satu sifat yang sering diajarkan pada mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila, yang sudah mulai jarang kita temui di anak-anak pada jaman sekarang ini.

Tetaplah tegar teman-teman Paskibraka Siantar. Perbaikilah kesalahan kalian dengan menjadi pemimpin negeri ini. Lalu menangislah jika kalian berbuat kesalahan. Dengan begitu kami tahu kalian telah berbuat kesalahan dan menyesalinya. Karena saat ini kami sudah jarang melihat pemimpin kami menangis. Atau mungkin karena mereka tak pernah membuat kesalahan.

Kami selalu ingin melihat pemimpin kami yang dzalim menangis. Menangis karena mendapatkan hukuman atas apa yang mereka lakukan. Tapi kami tak pernah ingin melihat pemimpin kami yang adil menangis, karena jika mereka telah menangis, berarti itu adalah kegagalan kita semua.

Berkibarlah benderaku
Lambang suci gagah perwira
Di seluruh pantai Indonesia
Kau tetap pujaan bangsa
Siapa berani menurunkan engkau
Serentak rakyatmu membela

Sang Merah Putih yang perwira
Berkibarlah s’lama lamanya

Kami rakyat Indonesia
Bersedia setiap masa
Mencurahkan segenap tenaga
Supaya kau tetap cemerlang
Tak goyang jiwaku menahan rintangan
Tak gentar rakyatmu berkorban

Sang Merah Putih yang perwira
Berkibarlah s’lama lamanya