31 Oktober 2016 - 14:20:15 - Read: 556

Catfiz Messenger, Antara Cinta Indonesia dan Invasi Produk Dunia

Sejak mulai dipublishnya aplikasi Messenger catfiz ini di Playstore yang bertepatan dengan tanggal spesial, 10 November 2012 lalu, bisa dikatakan, Catfiz adalah satu-satunya aplikasi buatan lokal yang tetap bertahan meskipun dalam rentang waktu tersebut banyak sekali aplikasi serupa dari internasional yang melakukan promosinya secara besar-besaran di Indonesia. Bukan hanya memasarkan produk melalui internet, tapi produk-produk luar tersebut juga gencar melakukan promosi melalui media elektronik yang paling terjangkau oleh masyarakat Indonesia, yakni Televisi. Tak berhenti sampai disitu, produk luar tersebut juga tak tanggung-tanggung menggelontorkan dana dengan bertindak sebagai media sponsor event-event lokal. Dan kita tak pernah lagi mendengar produk-produk lokal, khususnya aplikasi khusus untuk chatting, termasuk Catfiz.

Aku sebagai salah satu pengguna aplikasiChat catfiz diawal kemunculannya, pun beralih ke media chatting lain yang lebih banyak penggunanya. Barulah beberapa bulan lalu, seorang teman menanyakan akun Catfiz ku. Setengah kaget antara pertanyaan "Kok kamu tahu Catfiz?" dan "Eh? Catfiz masih ada?", aku pun menjawab

"Oh, itu ......"

Sambil memikirkan kalimat selanjutnya, secara refleks aku membuka Playstore dan mulai mencari aplikasi ini. Found it. Masih eksis, dan.... sudah 1 juta unduhan. Aplikasi yang sudah tak pernah lagi disebut oleh teman-teman se-social media, tak pernah muncul iklannya di beranda Facebook ku, apalagi di iklan Televisi ini ternyata tetap bertahan dan bahkan terus berkembang pesat. Padahal dalam rentang waktu yang sama pula, banyak sekali aplikasi chatting yang sempat booming lalu redup. Sebut saja KakaoTalk yang sempat sering sekali kita lihat iklannya di TV, sampai dengan produk raksasa Internet sekelas Google, dengan Hangout-nya yang sampai harus mengganti namanya menjadi "Allo", tetap saja tak mampu menunjukkan dominasinya di ranah media ini. Dan mungkin pengguna smartphone masih tetap memperhitungkan aplikasi Line karena banyaknya kontes-kontes kecil didalam aplikasinya. Tapi tetap saja, bukan menjadi pilihan utama untuk berkirim pesan antar pengguna smartphone.

Grow up in underground, and waiting to blowup on the right moment. Yarp, Catfiz adalah satu-satunya aplikasi lokal yang bersaing diranah Social Media yang kita ketahui bersama sudah dikuasai oleh pemain-pemain besar seperti BBM, Whatsapp, Facebook Messenger, dan sang pendatang baru Telegram. Dan Catfiz merupakan aplikasi yang siap meledak setiap saat. Dengan memanfaatkan media marketing yang tepat, dan dengan fitur-fitur aplikasi yang sudah sempurna, aku yakin Catfiz bisa menjadi aplikasi chatting default di smartphone masyarakat di Indonesia.

Saat ini pengguna Catfiz bukan hanya datang dari masyarakat Indonesia saja, tapi juga dari negara-negara lain di dunia. Jadi kekhawatiran utama pengguna smartphone tentang "nanti ada teman yang pake gak?" rasanya tidak lagi menjadi masalah. Jika kita melihat eksistensi Catfiz, peningkatan download secara drastis di Playstore, dan konsistensi para developer dibalik aplikasi ini, sepertinya aku tetap optimis Catfiz akan mampu menggantikan aplikasi serupa lainnya yang lebih populer.  

Cintai produk Indonesia. Dukung developer lokal. Kibarkan nama Indonesia di dunia Internasional. Khususnya dibidang teknologi informasi. Perubahan besar dimulai dari hal-hal kecil. Menggunakan produk buatan lokal adalah caranya. Dan menginstall Catfiz di smartphone mu adalah salah satunya. Jadi mari beramai-ramai mengunduh aplikasi ini di playstore

Dan akhirnya, aku pun menemukan kalimat yang tepat untuk melanjutkan jawabanku terhadap pertanyaan temanku...

"... Catfiz punya dong. Pake BBM udah terlalu mainstream..." ^_^