25 Desember 2015 - 03:30:30 - Read: 545

Blank Brain, Blind Visual, Empty Chair, Die Before Deadline.

Malam ini benar-benar tanpa inspirasi. Task list sudah tercatat secara teratur di daftar, tapi tak ada satupun yang mampu dikerjakan. Imigrasi inovasi agar tervisualisasi tak terwujud. Codingan pun mengambang di Code Editor geany yang masih bertanda bintang di-tab nya yang berarti belum disimpan. Kata per kata yang nyaris abstract ini pun mengalir deras tanpa melalui otak, tanpa melalui pembuluh nadi, tapi langsung ke jari, menari dengan lincahnya di keyboard, dan terbaca tidak pada rhyme nya dimonitormu.

Sebatang demi sebatang tembakau murah berasap tak tertahan. Hanya sesekali O2 terhirup ketika tenggorokan teraliri seruputan kopi manis yang terasa hambar. Aku lebih suka pahit. Tapi malam ini terasa hambar.

Ketika mereka berdebat tentang Natal, aku berdebat dengan Powerbank yang tak kunjung terisi penuh. Ketika mereka berdebat tentang Maulid Nabi, aku berdebat dengan Edge yang tak kunjung beralih ke HSDPA.

Jam di dinding seharusnya berdetik. Tapi tidak. Mungkin karena dia digital.

Sedikit berharap pada Flareget pada rata-rata 100 KB/s, tapi seperdelapannya saja tak kudapat.

Dan ketika Sind3ntosca berkata "They're playing Machintosh, my heart is stuck in the Windows", aku disini terjebak diantara kurung kurawal didepan function dan tutup buka tutup kurungnya.

...

Tulisan ini sempat tertahan beberapa detik ketika terseduh lantunan aneh setengah minor dari Regina Spektor dengan lagu Carbon Monoxide nya. Sekedar untuk mencari paragraf penutup.

Atau..

paragraf ini saja yang menjadi penutup tulisan tanpa routine ini? Ya, sepertinya paragraf ini saja.