01 Februari 2017 - 16:23:53 - Read: 258

Apteronotus Albifrons Versus Culex Quinquefasciatus

Abaikan judulnya. ini adalah tentang sebuah Akuarium. Dari bapak untuk anaknya. Qirana. A geek daughter yang kalo liat kolam ikan, bisa mengabaikan hal-hal lainnya selama berjam-jam hanya untuk melihat ikan sambil menunjuk dan bertanya

"Ayah, itu apa?"
"Itu ikan?"
"Itu apa?"

Pertanyaan yang sama yang bisa dia ulangi berkali-kali. Mungkin ini adalah pertanyaan paling menyebalkan kalo bukan diutakan oleh seorang gadis cilik nan cantik, lugu dan selalu penasaran akan segala sesuatu.

Sebagai bapak yang masih tampan jumawan, aku masih bisa dengan sabar menjawab setiap pertanyaan yang sama ini berulang kali, tapi sebagai programmer kelas mujair, aku memang sanggup duduk berjam-jam, tapi berdiri berjam-jam didepan kolam tanpa keyboard? Mari kita pulang nak... ayah belikan akuarium. :)

Itulah sepintas kilas balik kenapa pada tulisan ini aku membahas tentang akuarium.

Ada 4 ikan berbeda didalam akuarium. si cantik Ikan Mas Koki, si penari balet Black Ghost (Apteronotus Albifrons), sang senior ikan Mas, dan si hiu berkumis Lele hias. Gak, bukan, aku tidak bermaksud meng-kawin-silang-kan ikan-ikan tersebut. Tapi karena seru aja melihat ikan yang berbeda-beda tapi tetep satu. :p

Awalnya aku tidak tahu apa nama ikan hitam yang siripnya ada dibawah dan tampak berombak ini. Karena pas beli ditempat ikan pun gak nanya namanya, tapi kayak Qirana yang main tunjuk aja,

Aku : "yang ini mas. saya beli 13"
Penjual : "Sisa 10 aja mas"
Aku : "yaudah, 1 aja."

Googling punya google, dan nemu ternyata namanya Black Ghost, atau biasa disebut ikan balet, karena cara narinya yang sesekali tegak lurus, lalu mundur, kayak penari balet. Baca-baca profilnya, ternyata ikan ini adalah ikan impor yang berasal dari daratan Amerika Selatan. Keren gak sih, punya ikan impor di akuarium. Denger istilahnya berasa kayak baru pulang dari Ekuador :D

Salah satu paragraf yang menarik dari profil ikan ini adalah suka makan jentik nyamuk (Culex Quinquefasciatus). Setelah membaca baris ini, langsung kepikiran buat nyeburin nih ikan di bak air yang banyak jentik nyamuk gara-gara belakangan sering hujan (memangnya ngaruh ya?). Dan tak lama kemudian... ikan ini pun sudah berada didalam bak air. Sambil berharap menghabiskan seluruh jentik yang ada didalam bak. Kuperhatikan ikan ini didalam bak air selama berjam-berjam. Dan aku pun menyadari sesuatu, menyadari darimana bakatnya Qirana bisa berdiri berjam-jam didepan kolam. Ternyata itu turunan.

Setelah beberapa saat kuperhatikan, kayaknya nih ikan gak makan jentik deh. Karena beberapa jentik yang ada didepannya dilewati begitu saja. Mungkin malu, karena ikan ini sendirian didalam bak. Baiklah kalo begitu... Lalu ke-empat ikan yang ada didalam akuarium pun kuceburin semua kedalam bak mandi. Dan terjadilah hal diluar perkiraan.

Ikan-ikan pada sabunan. <--- nggak.. nggak.. bukan..

Si cantik, sang elegan, the eksentrik Ikan mas koki adalah ikan paling buas. Sejak pertama dicemplungin ke dalam bak, ikan inilah yang paling agresif mengejar semua jentik disetiap sudut. Nih ikan gak cocok sama nama dan bentuknya, ngalahin nama sangar Black Ghost, bentuk mirip hiu-nya si ikan lele hias, dan sang senior ikan mas yang ukurannya 2 kali lipat paling besar diantar ke-3 ikan lainnya.

Sejak kejadian ini, aku kepikiran buat bikin kolam ikan sendiri, dengan mas koki didalamnya tentunya. Yarp, next project Kolam Ikan.

Dear Qirana, siapkan bekalmu nak, karena kita bakalan berdiri berjam-jam didepan kolam. Sampai salah satu dari kalian (Qirana atau ikannya) besar duluan. :)